Kebakaran Pasar Modern BSB City: Momentum Mengecek Asuransi Kebakaran Rumah dan Ruko Anda
09 Agustus 2026
Pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 11.00–11.20 WIB, kebakaran terjadi di Pasar Modern (Pasmod) BSB City, Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Berdasarkan laporan awal, api diduga dipicu kebocoran/percikan dari regulator gas di sebuah warung soto yang kemudian diikuti ledakan kecil, dan menyebar cepat dari timur ke barat karena angin kencang serta material atap glasswool yang mudah terbakar. Sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan, dan api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam. Sebanyak 179 kios terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Sumber: Tribunjateng, Detik Jateng, Antara Jateng; dugaan penyebab: Tribunjateng.
Ini adalah insiden nyata dengan kerugian finansial nyata bagi 179 pedagang — bukan sesuatu yang kami maksudkan sebagai kritik terhadap BSB City sebagai kawasan. Kebakaran di area komersial padat bisa terjadi di kawasan mana pun kalau instalasi gas dan material bangunan berisiko tidak diperiksa rutin. Yang lebih berguna dari sekadar melaporkan kejadian ini adalah menjadikannya momentum: sudahkah Anda — pemilik rumah tinggal maupun ruko — punya perlindungan yang memadai kalau hal serupa terjadi pada properti Anda?
Ini bukan cuma soal pasar — relevan untuk rumah tinggal juga
Wajar kalau insiden di area komersial terasa jauh dari rumah tinggal biasa. Tapi risiko kebakaran pada dasarnya sama-sama nyata untuk keduanya: instalasi listrik yang menua, sambungan gas yang tidak diperiksa berkala, dan material bangunan yang mudah terbakar bisa ada di rumah tapak biasa sama seperti di kios pasar. Bedanya hanya skala dan kepadatan — kios yang berdempetan di pasar membuat api menyebar lebih cepat antarunit, sementara rumah tapak dengan jarak antarbangunan lebih longgar biasanya memberi waktu evakuasi dan penanganan yang sedikit lebih panjang.
Apa yang umumnya dicakup asuransi kebakaran
Asuransi kebakaran (fire insurance) di Indonesia umumnya mencakup kerugian akibat kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap yang timbul dari risiko-risiko tersebut — ini yang dikenal sebagai polis standar kebakaran Indonesia (PSAKI). Objek yang dipertanggungkan biasanya adalah bangunan dan/atau isinya (perabotan, stok barang dagangan untuk ruko/usaha), sesuai dengan nilai pertanggungan yang disepakati saat polis dibuat.
Beberapa hal yang perlu Anda pahami sebelum mengambil polis, tanpa kami menyebut angka premi atau nama perusahaan asuransi tertentu (karena ini sangat bervariasi tergantung profil risiko dan penyedia):
- Perluasan jaminan (extended coverage) — polis dasar sering bisa diperluas untuk mencakup risiko tambahan seperti kerusuhan, gempa bumi, atau banjir; tanyakan eksplisit apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam polis dasar Anda.
- Nilai pertanggungan yang realistis — nilai pertanggungan idealnya mencerminkan biaya membangun kembali properti Anda dari nol, bukan sekadar harga beli atau NJOP, karena keduanya bisa jauh berbeda dari biaya konstruksi ulang.
- Untuk ruko/properti usaha — pertimbangkan juga apakah stok barang dagangan dan peralatan usaha ikut dipertanggungkan terpisah dari bangunan, karena kerugian pedagang dalam insiden seperti di Pasmod biasanya lebih besar pada stok dan peralatan dibanding struktur bangunan itu sendiri.
- KPR biasanya mensyaratkan asuransi kebakaran — kalau Anda membeli lewat KPR, bank umumnya mewajibkan polis kebakaran atas nama agunan selama masa kredit berjalan; ini bukan biaya opsional dalam skema KPR, jadi pastikan Anda memahami cakupannya, bukan sekadar menandatangani karena diwajibkan. Anda bisa membandingkan skema KPR dari beberapa bank lewat simulasi Mirailand.
Kalau properti Anda dibeli tunai tanpa KPR, asuransi kebakaran memang tidak wajib secara hukum — tapi itu juga berarti tidak ada pihak lain (seperti bank) yang otomatis memastikan perlindungan Anda memadai. Tanggung jawab mengevaluasi risiko sepenuhnya ada di tangan Anda sendiri.
Faktor risiko yang layak dicek sebelum membeli atau menyewa
Insiden Pasmod BSB City menyoroti dua faktor risiko konkret yang sebenarnya berlaku umum, bukan spesifik ke satu lokasi: material atap dan instalasi gas.
Material atap. Atap berbahan glasswool atau material sejenis yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api dibanding material atap yang lebih tahan api. Kalau Anda membeli atau menyewa ruko/kios di kawasan komersial padat, menanyakan material atap bangunan (dan bangunan di sekitarnya, karena api bisa menyebar dari unit tetangga) adalah pertanyaan due diligence yang wajar, bukan berlebihan.
Instalasi gas. Untuk properti dengan dapur atau usaha kuliner — baik rumah tinggal maupun kios/ruko — periksa kondisi selang dan regulator gas secara berkala, bukan hanya saat pertama kali dipasang. Regulator dan selang gas punya masa pakai; kebocoran kecil yang tidak terdeteksi adalah salah satu penyebab kebakaran paling umum di properti dengan dapur aktif, sesuai pola pada insiden ini maupun kejadian serupa di tempat lain.
Kalau Anda sedang mempertimbangkan ruko atau kios untuk usaha, dua pertimbangan ini layak masuk checklist Anda di samping faktor lokasi dan harga yang biasanya jadi prioritas utama — Anda bisa menelusuri ruko dijual di Semarang Tengah atau ruko disewa di BSB City, dan kami membahas pertimbangan lokasi ruko lebih lengkap di panduan sewa ruko untuk UMKM.
Kerugian 179 pedagang di Pasmod BSB City adalah pengingat bahwa risiko kebakaran bukan sesuatu yang jauh atau jarang terjadi. Baik Anda pemilik rumah tinggal maupun ruko, memeriksa polis asuransi kebakaran Anda — atau mengambil satu kalau belum punya — adalah langkah proteksi yang jauh lebih murah dibanding menanggung kerugian penuh sendirian kalau hal serupa terjadi.